JAKARTA - Politikus muda Yuddy Chrisnandi terkesan mendengar pidato politik Prabowo dalam acara ulang tahun Partai Gerindra ke-1. Menurutnya, pidato tersebut sangat menohok kebijakan pemerintah saat ini.Yuddy mengatakan, pidato politik Prabowo benar-benar mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil."Pidato yg paling berani berkonfrontasi langsung dari seorang pimpinan Parpol menyerang pemerintah," ungkapnya melalui pesan singkat kepada okezone, sabtu (7/2/2009).
Secara konseptual, kata Yuddy, Partai Gerindra memiliki keberpihakan yg terang terhadap rakyat kecil. Begitu juga dengan kedaulatan martabat bangsa.
"Pidato Prabowo mampu membangkitkan semangat perlawanan rakyat jelata. Dia telah tampil sebagai ancaman bagi eksistensi pemerintahan SBY," pungkas Yuddy.(Novi Muharrami - Okezone)
Jumat, 06 Februari 2009
Demokrat Ingin Kuasai 50 Persen Kabinet
JAKARTA - Partai Demokrat mulai menyusun komposisi power sharing dalam kabinet, jika nantinya kembali memimpin koalisi pemerintahan. Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, penentuan jumlah kursi di kabinet bakal diatur secara proporsional sesuai perolehan kursi di DPR.Menurut dia, jika berhasil meraup 20 persen kursi parlemen (sekitar 110 kursi) pada Pemilu 2009, maka Demokrat ingin menguasai 50 persen kursi di kabinet.
"Kalau sampai kita punya kursi 20 persen di parlemen berarti dominan. Maka, jatah 50 persen di kabinet, saya pikir cukup masuk akal," kata Max usai memberikan keterangan pers mengenai Rapat Pimpinan Nasional di Kemayoran Jakarta, Jumat 6 Februari.
Pada Pemilu 2004 Partai Demokrat berhasil mendulang 56 kursi DPR atau sekitar 7 persen. Untuk itulah, Partai Demokrat berusaha keras agar bisa mencapai target 20 persen, sehingga bisa memimpin koalisi pemerintahan.
Mengenai jatah di kabinet untuk anggota koalisi, nantinya juga bergantung pada perolehan suara pemilu 2009. "Jadi tidak bisa kekuatan yang sekarang di parlemen menjadi ukuran. Semuanya harus mengacu pada hasil pemilu legislatif," jelas Wakil Ketua Komisi IX ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo, Sekjen Marzuki Alie, Ketua DPP Anas Urbaningrum, Ketua Fraksi Syarief Hasan, dan Ketua Panitia Rapimnas Tri Yulianto. (Ahmad Baidowi - Sindo)
"Kalau sampai kita punya kursi 20 persen di parlemen berarti dominan. Maka, jatah 50 persen di kabinet, saya pikir cukup masuk akal," kata Max usai memberikan keterangan pers mengenai Rapat Pimpinan Nasional di Kemayoran Jakarta, Jumat 6 Februari.
Pada Pemilu 2004 Partai Demokrat berhasil mendulang 56 kursi DPR atau sekitar 7 persen. Untuk itulah, Partai Demokrat berusaha keras agar bisa mencapai target 20 persen, sehingga bisa memimpin koalisi pemerintahan.
Mengenai jatah di kabinet untuk anggota koalisi, nantinya juga bergantung pada perolehan suara pemilu 2009. "Jadi tidak bisa kekuatan yang sekarang di parlemen menjadi ukuran. Semuanya harus mengacu pada hasil pemilu legislatif," jelas Wakil Ketua Komisi IX ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo, Sekjen Marzuki Alie, Ketua DPP Anas Urbaningrum, Ketua Fraksi Syarief Hasan, dan Ketua Panitia Rapimnas Tri Yulianto. (Ahmad Baidowi - Sindo)
PBB Tahu Diri dan Tetap Optimis Capai Target
JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) optimis di pemilu 2009 bisa bersaing dengan partai lainnya.
"Kita tidak punya target yang besar. Sekurang-kurangnya lolos parliamentary threshold," ujar Yusron Ihza Mahendra.
Dia juga optimis terhadap PBB kedepannya mampu bersaing dengan partrai lainnya. "Kita juga tahu diri, kita tidak bisa menyaingi suara golkar maupun suara pdip " pungkasnya.
Saat ini, target PBB memiliki 25 kursi di DPR Pusat. pada pemilu 1999 PBB memperoleh 2.046.773 suara dengan peroleh kursi DPR sebanyak 13. Sedangkan pada pemilu 2004 PBB memperoleh 2.984.737 suara dengan perolehan DPR kursi 11.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PBB, MS Kaban mengatakan, partainya tidak mematok target besar di pemilu 2009. Partai Bulan Bintang berkonsentrasi agar bisa lolos parliamentary threshold.(Fahmi Firdaus - Okezone)
"Kita tidak punya target yang besar. Sekurang-kurangnya lolos parliamentary threshold," ujar Yusron Ihza Mahendra.
Dia juga optimis terhadap PBB kedepannya mampu bersaing dengan partrai lainnya. "Kita juga tahu diri, kita tidak bisa menyaingi suara golkar maupun suara pdip " pungkasnya.
Saat ini, target PBB memiliki 25 kursi di DPR Pusat. pada pemilu 1999 PBB memperoleh 2.046.773 suara dengan peroleh kursi DPR sebanyak 13. Sedangkan pada pemilu 2004 PBB memperoleh 2.984.737 suara dengan perolehan DPR kursi 11.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PBB, MS Kaban mengatakan, partainya tidak mematok target besar di pemilu 2009. Partai Bulan Bintang berkonsentrasi agar bisa lolos parliamentary threshold.(Fahmi Firdaus - Okezone)
PKB Incar Suara Jemaah Sattariyah Padang
PADANG - Sebanyak 8.000 Mesjid milik jemaah Sattariyah diincar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat. PKB bertekad mendulang suara dari jemaah Sattariyah pada pemilu 2009 mendatang. PKB pun yakin jemaah Sattariyah Padang akan mendukung partai tersebut.
Menurut Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumatera Barat, Ahmad Khambali PKB mengincar jemaah tersebut karena sebagaian warga Sumatera Barat menganut tarekat.
"Ada ratusan ribu jemaah tarekat dan 8.000 Mesjid dan Musalla di Sumatera Barat ini menganut aliran tarekat Sattariyah, dan itu setengah warga Sumbar menganut aliran itu," tandasnya kepada okezone, Jumat 6 Februari.
Ahmad menambahkan, jemaah tarekat tersebut umumnya tersebar di tujuh kabupaten dan kota seperti Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, dan Sijunjung, serta Pasaman akan mudah mendukung PKB.
"Selama ini suara mereka selalu tidak didengarkan oleh pemerintah, oleh sebab itu kita akan coba rangkul mereka untuk menyuarakan apa yang mereka kehendak. Selain itu dalam peribadatan mereka selalu tidak nyaman, itulah yang diperjuangkan," katanya.
PKB Sumbar menargetkan pada Pemilu 2009 dua calonnya mampu melaju ke Senayan dan empat wakilnya duduk di kursi DPRD Sumatera Barat.
"Kami siap tampil all out dengan target suara 20 persen di Sumatera Barat, kami siap tempur, apalagi sekarang tak ada lagi perpecahan di PKB Sumbar," pungkasnya. (
Rus Akbar - Okezone)
Menurut Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumatera Barat, Ahmad Khambali PKB mengincar jemaah tersebut karena sebagaian warga Sumatera Barat menganut tarekat.
"Ada ratusan ribu jemaah tarekat dan 8.000 Mesjid dan Musalla di Sumatera Barat ini menganut aliran tarekat Sattariyah, dan itu setengah warga Sumbar menganut aliran itu," tandasnya kepada okezone, Jumat 6 Februari.
Ahmad menambahkan, jemaah tarekat tersebut umumnya tersebar di tujuh kabupaten dan kota seperti Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, dan Sijunjung, serta Pasaman akan mudah mendukung PKB.
"Selama ini suara mereka selalu tidak didengarkan oleh pemerintah, oleh sebab itu kita akan coba rangkul mereka untuk menyuarakan apa yang mereka kehendak. Selain itu dalam peribadatan mereka selalu tidak nyaman, itulah yang diperjuangkan," katanya.
PKB Sumbar menargetkan pada Pemilu 2009 dua calonnya mampu melaju ke Senayan dan empat wakilnya duduk di kursi DPRD Sumatera Barat.
"Kami siap tampil all out dengan target suara 20 persen di Sumatera Barat, kami siap tempur, apalagi sekarang tak ada lagi perpecahan di PKB Sumbar," pungkasnya. (
Rus Akbar - Okezone)
Selasa, 03 Februari 2009
Polisi Revisi Jumlah Tersangka Demo Rusuh di Medan
MEDAN - Pihak Kepolisian merevisi pernyataan tentang jumlah tersangka dalam insiden demo ricuh berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumatra Utara Abdul Aziz Angkat. Awalnya disebutkan ada enam tersangka, namun kemudian diubah menjadi dua orang.
Pernyataan berbeda tersebut dilontarkan oleh
dua petinggi Kepolisian di Sumatra Utara, yaitu Kabid Humas Poldasu Kombes (Pol) Baharuddin Djafar dan Kapoltabes Medan Kombes Pol Aton Suhartono.
Semula Baharuddin menyatakan ada enam tersangka. Di antaranya adalah Ersi Situmorang dan Sina Barita. Dalam tempo tidak berselang lama, pernyataan ini dibantah oleh Kapoltabes Medan Kombes Pol Aton Suhartono.
"Setelah melakukan pemeriksaan, kita baru menetapkan dua tersangka. Enam lainnya masih sebagai saksi," ujarnya di Mapolda Sumatra Utara, Selasa (3/2/2009).
Dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, menurut Kapoltabes, adalah R Situmorang dan P Sinabariba yang diamankan karena bertindak anarkistis saat melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut siang tadi.
Adapun enam saksi yang diperiksa adalah GM Chandra Panggabean (Ketua Panitia Pemrakarsa Pembentukan Provinsi Tapanuli), Datumira Simanjuntak (Wakil Ketua Protap), Burhanuddin Rajagukguk, Jhon Eron Lumban Gaol (anggota DPRD Sumut), RM Simanjuntak (anggota panitia Protap), dan Viktor Siahaan (wartawan SIB.
Pernyataan berbeda tersebut dilontarkan oleh
dua petinggi Kepolisian di Sumatra Utara, yaitu Kabid Humas Poldasu Kombes (Pol) Baharuddin Djafar dan Kapoltabes Medan Kombes Pol Aton Suhartono.
Semula Baharuddin menyatakan ada enam tersangka. Di antaranya adalah Ersi Situmorang dan Sina Barita. Dalam tempo tidak berselang lama, pernyataan ini dibantah oleh Kapoltabes Medan Kombes Pol Aton Suhartono.
"Setelah melakukan pemeriksaan, kita baru menetapkan dua tersangka. Enam lainnya masih sebagai saksi," ujarnya di Mapolda Sumatra Utara, Selasa (3/2/2009).
Dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, menurut Kapoltabes, adalah R Situmorang dan P Sinabariba yang diamankan karena bertindak anarkistis saat melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut siang tadi.
Adapun enam saksi yang diperiksa adalah GM Chandra Panggabean (Ketua Panitia Pemrakarsa Pembentukan Provinsi Tapanuli), Datumira Simanjuntak (Wakil Ketua Protap), Burhanuddin Rajagukguk, Jhon Eron Lumban Gaol (anggota DPRD Sumut), RM Simanjuntak (anggota panitia Protap), dan Viktor Siahaan (wartawan SIB.
Langganan:
Postingan (Atom)